Dibalik Diam (2)
Aku pernah bercerita mengenai orang yang sering memilih diam. Bacaannya ada di sini. Menurutku, beberapa dari mereka hanya terlihat diam dalam suara, tapi tidak di dalam pikiran dan hati. Mereka seringkali memilih diam. Bukan karena tak bisa mengungkapkan. Bukan juga karena mereka tak bisa melakukan apa-apa ataupun tak didengarkan. Namun ya hanya memilih diam. Itu pilihan mereka.
Pernah suatu hari, aku menjadi berada di posisi mereka sementara mereka melakukan apa yang jadi kebalikan dari apa yang selama ini ku lihat. Mereka berbicara, banyak, sangat banyak. Dan percayalah, ketika mereka sangat banyak bicara dalam keadaan personal, itu bermakna dalam. Terasa.
Intinya adalah yang kutangkap adalah salah satu alasan terbesar di balik diamnya mereka adalah "Udahlah, biarlah aku aja yang ngerjain, biarlah aku aja yang nanggung, daripada mereka. Daripada jadi makin ribut sana-sini." Mungkin begitu kira-kira gumam mereka yang sering diam.
Oh ya, sebenernya aku lagi bercerita soal bapakku. Kalau ada kesamaan, wajar. Mungkin mereka atau kalian yang sering memilih diam juga kaya gitu.

Komentar
Posting Komentar