Inilah Magradikaku, Awal Dari Kampusku



Ini adalah postingan sewaktu aku lagi nganggur (ya iyalah nganggur, kalo ada kerjaan ga mungkin nulis kaya gini, ah lupakan) dan lanjutan dari postinganku yang sangat tidak penting dan tidak dianjurkan untuk dibaca. So, daripada banyak cakap aku mulai tulisanku ini yaitu tentang Masa Integrasi Pendidikan Kampus STIS angkatan 55 yang punya nama ganteng “Magradika 55” (seganteng yang nulis wkwkwk).

Sebelumnya yang masih belum tau tentang apa itu Magradika aku jelasin yo. Magradika itu -sebetulnya adalah ospek yang biasa dijalanin oleh maba-miba (mahasiswa/i baru) STIS. Tapi yang ada itu beda jauh dari ospek perkuliahan yang dibayangkan. Karna STIS itu Perguruan Tinggi Kedinasan dan anti-mainstream (cieeelah). Kalo ospek yang biasanya itu ada unsur kekerasan terutama dari senior, Magradika itu lain bro sist. Magradika itu ngga ada kekerasan tapi penggantinya adalah TUGAS YANG MENUMPUK. Magradika itu juga adalah saat-saat dimana para tuyul dapat dengan mudah ditemukan di sekitaran kampus STIS ckck. Rangkaian kegiatan Magradika ada 22 hari. Lama aja ya mbah ya! Jadwalnya ini nih:

PraMagra: 7-8 Sept 2013
Magradika Inti: 9-12 Sept 2013
Bela Negara: 15-22 Sept 2013
Pasca Magradika: 23-24 Sept 2013
UKM Creativity: 25 Sept 2013
Inagurasi: 28 Sept 2013

Di postingan kali ini, aku cuma ngebahas apa yang ada di Magradikanya aja. Kalo Bela Negara ntar di postingan lain aku tulis lagi. Jadi, sabar-sabar aja ya. Hehehehe

Magradika 55 sendiri dimulai tanggal 7 September 2013, tapi sebetulnya sudah dimulai jauh dari tanggal itu karna udah ada tugas-tugas Pra-Magra. Awalnya itu, kami 483 orang hasil seleksi dibagi dalam 24 kelompok. Tiap kelompok dan tiap orang punya nama statistiknya masing-masing. Aku sendiri dimasukkan dalam Kelompok 2 Time Series dan nama statistik ACF yang panjangnya Auto Correlation-Function. Awalnya kami Kelompok TS (singkatannya Time Series) berjumlah 20 orang, tapi di perjalanan gugur seorang yang memutuskan meninggalkan STIS menuju STAN (ngga usah sebut nama ya). Dan jadilah kami tinggal 19 orang harus melanjutkan pahitnya perjalanan Magradika ini *hiks*. Ketua kelompok kami adalah Muhammad Aryatama asalnya dari Jakarta dan punya sifat cenderung alay *pukpuk Arya*. Oh iya tiap kelompok itu punya kakak PK (Pembimbing Kelompok) masing-masing. Dan PK kelompokku adalah Kak Destrianto Mursalin. Kakak ini adalah asal Papua yang sama sekali tak ada wajah Papuanya bahkan lebih cenderung kaya muka anak-anak yang cenderung lebih ganteng dan tampan dari adik-adik kelompoknya (pahit). Dia juga adalah ketua angkatan 52 periode 2012/2013 dan Sekretaris BPH Magradika. Kelompok Time Series ini juga bisa dikatakan dengan prestasi datar (sedatar muka yang baca kali ya :p) karna ngga pernah jadi kelompok terbaik dan pernah sekali kelompok terburuk serta 1x sekelompok terlambat, waktu itu pas pergi ke BPS pusat. Mck! Bisa dibandingkan dengan kelompok Magradika terbaik, kelompok SPSS (yang anggota kelompoknya yang kebetulan baca ini bisalah agak bangga) dan kelompok paling pemes, kelompok FOXPRO (yeah!). WE LOVE FOXPRO!!!

Ini nih beberapa penampakan dari Kelompok Time Series!

Ohiya Magradika 55 ini punya tema yaitu “Magradika 55 sebagai pendidikan berkarakter menuju mahasiswa yang unggul dan berintegritas dalam membangun bangsa”. Dari temanya aja keliatan kalo Magradika itu keren *LOL*. Terus angkatan kami ini punya jargon “Siap, Semangat, Bukan Angkatan Biasa” yang biasanya tuh dipimpin sama abang ketua angkatan Tohir (Tohir, mana janjimu? XD). Tapi ya, jargon Bukan angkatan biasa itu emang mulai menunjukkan wujudnya terutama di masa-masa aku nulis ini, terutama di socmed. Tapi... ah sudahlah. Balik ke benang merah ajalah ya (aku sampe sekarang ngga ngerti kenapa disebut benang merah #abaikan)

Di hari pertama Magradika kami langsung dikenalkan kepada Seksi Ketertiban Umum atau biasa disebut Tibum. Tapi perannya dalam Magradika tak seunyuk namanya karna Tibum adalah polisinya Magradika. Tapi bisa dikatakan merekalah yang paling pemes dari panitia-panitia yang lain. Di hari itu kami diberi tugas untuk ngebuat atribut Magradika kayak Nametag, Bet Nama, Pangkat Maba/Miba, sandal merk wall, papan hukuman tidur, telat, tidak beretika, ponco (yang sampe selesai Magradika aku ngga tau kegunaannya untuk apa), minuman dan bekal yang punya nama-nama unik yang tiap hari ganti. Sayang, picnya ngga bisa aku post soalnya ketinggalan di kosan Jakarta sedangkan posisiku selagi nulis ini di Medan.

Overall, pahit manisnya Magradika itu kalo dibuat dalam poin-poin kayak gini nih jadinya:

1. TUGAS MENUMPUK, apa? Iya, tugas menumpuk. Ah kok bisa? Tapi kan belum perkuliahan? Nah, itu dia yang ngebedain Magradika dengan ospek lainnya. Ketika kekerasan secara fisik mulai dikurangi, maka penggantinya adalah tugas tugas dan tugas. Tapi menurutku justru lebih pahit yang kaya gini karna yang dihajar bukan Cuma fisik tapi juga mental, stamina dan otak. Pahitlah pokoknya pahit.

2. Waktu tidur malam yang berkurang, bahkan ada juga yang ngga tidur sama sekali demi ngerjain tugas yang menumpuk. *hiks*. Tapi aku mah ngga peduli, karna bagiku tidur adalah tidur, tugas adalah tugas. Ya paling ngga waktu tidur malam itu harus terpenuhi. Tapi yang paling parah itu kemaren aku pernah punya waktu tidur cuma satu setengah jam. Bayangkan loh! Dan yang paling kece dan paling keren itu aku pernah tidur jam 10 malam dan bangun jam 5 pagi (sedangkan waktu untuk baris adalah jam 6 pagi) ditambah tugas yang belum dikerjain jadilah dia kecepatan bertambah mendekati kecepatan cahaya (lebay). Aku pun lupa waktu itu mandi apa ngga XD Itu kejadiannya tuh pas magra hari ke 3. Wkwkwkwk

3. Stadium General/Kuliah Umum itu adalah saat-saat paling menguji bagi para maba-miba (kangen dengan sebutan itu terutama kalo Lae dari Medan yang nyebutin #ifyouknowwhatimean XD). Di saat itu ketika waktu tidur malam yang sangat berkurang ditambah lagi fisik yang lumayan bahkan agak bahkaaaaaan CAPEK jadilah efeknya ngantuk yang tertahan. Nah disinilah sering kami kedapatan tidur dengan posisi duduk (efeknya jadi kurang ganteng). Kerennya, aku ngga pernah ketiduran atau bisa dibilang ketauan tidur kalo lagi SG wkwkwkwk.

4.  Sistem poin. Tiap peserta Magradika dikasih poin awal 100. Nah tiap pelanggaran yang ada tuh pasti dapat konsekuensinya yaitu pengurangan poin. Dan poin minimal di akhir magradika itu harus 80 untuk bisa nerima IP Magradika. Untung masih ada penebusan poinnya (jujur aku kurang suka dengan kata ‘penebusan’ karna memang aku udah ‘ditebus’ jauh sebelum Magradika ini diadakan ;)). Penebusan poin, eh diganti ajadeh ya,  penggantian poin pelanggaran ini yaitu dengan ngerjain tugas tambahan. Nah, aku punya pengalaman yang lebih pahit soal ini. Pas Magradika hari ke-4 tuh poinku down sampe 50 dan deadlinenya adalah malam itu kalau ngga bakal jadi permanen. Nah loh! Jadilah aku harus kebut-kebutan dengan tugas dan pulpen, mengerjakan essay dan analisis data dalam waktu 3 jam. Dan untungnya kakak PK kami, kak Salim, yang memang orangnya baik, rajin menolong, rajin menabung dan selalu memakai topeng baby face (ini! Aku iri!) mau ngebantu. Dia rela datang ke kosanku ngambil tugas pengganti poin pelanggaran itu jam setengah 11 malam, jalan kaki, sendirian. Ah tiada kata yg bisa kuucapkan selain dari terimakasih kak *kemudian haru biru*. Dan sampe selesainya Magradika, poinku yang telah dikurangi sebanyak 70 poin dan penyebabnya sebetulnya sepele. Jadi, tugas tambahan yang udah ku kerjain itu ada 5 essay bahasa inggris (hasil dari google translate XD) dan 1 analisis data.

5. Pembacaan tugas oleh seksi acara. Sebelumnya OOT dulu, yang paling pemes dari seksi acara itu Kak Muin dengan jargonnya “Siap G’rak” (nadanya + suaranya ituloh wkwk) dan goyang pica-pica XD. Nah, lanjut lagi. Kalo pembacaan tugas itu kecepatannya melebihi intensitas suara yang dapat didengar manusia. Ya bayangkan ajalah betapa cepatnya. Aku sendiri kalo udah pas pembacaan tugas keep calm dengan santai melihat sekitar, yang rata-rata mukanya seriusan. Dan kalo udah kumpul dengan PK masing-masing nanya lagi sama kakak Pknya atau nanya sama teman yang lain aja. So simple to do XD

6. Lagu Angkatan, lagu duduk, lagu berdiri dan gerakannya yang di awal magradika terlihat bodoh, seru dan bikin ketawa, tapi kemudian di pertengahan magradika berubah menjadi sedikit memuakkan terutama lagu duduk dan lagu berdiri (pendapatku ini ya). Terkadang disuruh untuk nyanyiin dan buat gerakannya ketika situasi dan kondisi yang gak bagus karna mood dan fisik yang rendah. Tapi kemudian menjadi semangat lagi di masa akhir magradika, terutama di lagu angkatan yang merupakan ciri bahwa kami angkatan 55, Bukan Angkatan Biasa. Terus ada juga lagu Mars STIS yang ngebikin makin cinta sama kampus yang sulit untuk masuk ke dalam bagiannya dan yang akan kami jalani perkuliahannya 4 tahun ke depan.

7. TIBUM. Wah namanya unyu banget ya, Tibum. Udah kayak personel boyband korea itu (yang sebetulnya ketampanannya masih kalah sama aku *LOL*). Tapi, pada kenyataannya, namanya tak seunyu tingkah lakunya. Mereka itu kerjaannya teriak, bentak-bentak dan mencatati segala pelanggaran yang kami lakukan (tapi bukan malaikat juga sih #ifyouknowwhatimean). Dan dari para personel Tibum munculnya seorang gadis dan jejaka. Gadis itu bernama Kak Aisya yang jadi favorit para maba/musuh para miba dan Kak Rezky Andrian/Kikoy, Lae dari Medan dan satu himada samaku jadi aku lebih pantas manggil abang ajalah wkwk, jadi favoritnya sebagian besar miba/musuh sebagian maba. Tapi karna ngga adil cuman nyebutin mereka berdua dan juga karna Tibum adalah terpemes, jadi aku nyebutin nama-nama kakak Tibum yaitu Kak Rizky (serius kakak ini baik), Kak Erieska (menurutku mirip Briptu Norman XD), Kak Albert (satu-satunya kakak panitia yang Rohkris dan punya pengalaman freak samaku di biroma XD), Kak Yusfil (ketua himadaku nih), Kak Rena (kakak yang paling suka ngasi motivasi neeh) dan Kak Adam (Tibum terkalem neeeh). Sebetulnya ya, aku kasihan juga sih sama kakak-kakak Tibum ini, soalnya mereka kan pasti capek dan kurang tidur karna ngurusin Magradika terutama soal jam malam. Mereka itu teriak teriak, jalan-jalan, dan ngawasin kami ini aku yakin ngga ada untungnya sama mereka (ya paling untungnya jadi pemes dan punya pengalaman lah). Tapi mereka rela ngelakuin untuk kami, adik-adik angkatan 55, adik-adik mereka.

8. Jam malam yaitu jam 9 malam untuk kelompok dan jam 10 malam untuk individu. Jam malam tuh batas maksimal maba-miba STIS untuk berkeliaran. Nah, ini dia yang jadi salah satu penghambat dalam ngerjain tugas jadinya kelompok kami (mungkin kelompok lain juga) ngumpul lebih fajar lagi di basecamp untuk lanjut ngelengkapin tugas. Aku sendiri jujur pernah sih ngelanggar jam malam, pernah tuh aku di luar kosan jam 11 malam karna baru pulang ngerjain tugas. Nah, aku ada cerita tambahan soal ini nih. Sewaktu masa PascaMagradika terakhir kejadiannya. Waktu itu kan tugas udah ngga terlalu banyak jadi aku mutuskan untuk nginap di kontrakan kawan sehimada. Rencana mau ngePES bareng tapi sayang tak ada stick dan udah jam 12 malam, sedangkan jam malam masih berlaku. Kebetulan ada yang bawa jaket angkatan 54. Nah jadilah aku dan Jonathan (maba terbaik neeeeh) yg make jaket angkatan 54, keluar nyari stick ke basecamp kelompokku. Nah pas nyampe disitu, yang huni rumah udah pada tidur. Tapi karna niat yang harus dishanggupin, kami ngetok pintu. Pintu dibuka dan yang ngebuka itu Nanda, PJ harian kelompok Time Series. Dia ngebilang “silakan masuk kak”. Ya udah kami masuk aja, ngambil stick, terus kabur balik ke kontrakan. Besoknya aku nanya, eh rupanya si Nandanya ngga sadar, alias ngelindur, pas kami yang datang itu. Sampe sekarang ngekeh aja kalo ngingatnya hahahaha.

9. Tugas inaugurasi; tandatangan seangkatan, kakak tingkat, dan hiasan inagurasi, untuk kelompok kami ngebuat gapura. Nah untuk tandatangan seangkatan itu udah dimulai sebelum Magradika dimulai dan sempat menimbulkan polemik (yaelah bahasamu itu toh mas). Tapi kemudian seorang avatar bernama Muhammad Shamad (kalo ga salah dia orangnya ya, sedikit lupa aku -_-) ngasih solusi dan akhirnya masalah terselesaikan *prok prok prok*. Nah, kalo tandatangan kakak tingkat itu disuruh 100 dengan 50 kakak panitia dan sebetulnya tugas yang agak absurd karna waktu yang dikasih itu mepet. Tapi usut punya usut itu bukanlah wajib. Sebenarnya tugas itu tujuannya adalah supaya lebih makin ngedeketin maba-miba ke kakak tingkat karna katanya bantuan kakak tingkat itu sangat diperlukan dalam perkuliahan mulai dari urusan fosil sampe ngebantu dalam ngerjain tugas, you knowlah, tugas matematika *hiks hiks hiks*.

Nah, segala rangkaian kegiatan Magradika diakhiri dengan hari inaugurasi yang merupakan hari dimana para maba-miba STIS bisa ngeshowing bakat masing-masing dan tertawa bareng kakak tingkat tanpa batasan yang ada kayak di Magradika. Aku sendiri ngemainin gitar di band pembuka. Lagunya tuh Tendangan Dari Langit dari Kotak. Ya ngga terlalu bagus-bagus amat sih, soalnya waktu persiapannya cuma 2 hari. Dan satu yang tak terpikir olehku ternyata bakat-bakat anak STIS itu banyak yang keren-keren. Awalnya aku ngira anak STIS itu banyakan berkutat dengan Matematika dan kawan-kawan. Ternyata ngga. Awalnya aku ngira semua anak STIS itu adalah Mathaddict dan kutu buku ternyata masih punya bakat lain yang sebetulnya keren. Ohiya di hari inaugurasi itu tiap kelompok punya kostumnya masing-masing. Mulai dari yang niat banget, niat aja sampe ke yang niat-niatan. Temanya tuh tentang nasionalisme. Nah, kostum kelompok kami  itu adalah kostum paskibraka. Ya kostumnya ngga keren keren amat dan ngga ancur ancur amat. Yang penting tuh manusia-manusianya yang keren dan kece (ihiiiww wkwkwk).

Selain dari yang ada diatas, ada juga Bela Negara tapi kayak yang udah ku bilang diawal, tulisan tentang Bela Negara aku buatin di postingan yang menyusul lagi aja ya, itupun kalo situasi, kondisi dan toleransi (jangan disingkat-singkat yaw) yang memungkinkan.

Tapi dibalik semua itu, aku menyadari bahwa Magradika itu emang penting, terutama bagi kami para perantauan yang bakal hidup tanpa keluarga di ibukota. Magradika itu secara ngga langsung udah mengubah pribadi kami masing-masing menuju yang lebih baik lagi, perubahan yang besar maupun hanya kecil. Magradika itu ngebikin kami makin menjadi pribadi yang religius, disiplin, akrab, dan nasionalis. Bagaimana kami bisa membentuk kekompakan, membentuk rasa percaya diri, membentuk pribadi yang lebih kuat, ya lebih kuat dari kami yang sebelum Magradika. Dan kini, ketika aku nulis ini hingga seterusnya di dunia kerja. Aku yakin, semua angkatan 55 bakal kangen dengan suasananya Magradika. Magradika 55 itu (aku ngutip dari video BKM Multimedia nih http://www.youtube.com/watch?v=uhNeEoN37Rk ) capek, ngantuk, laper, haus, pegel, kesemutan, bete, tugas numpuk, menegangkan, unpredictable TAPI senang, seru, rame, temen baru, disiplin, kreatif, bermanfaat, jujur, mandiri dan kompak. Ohiya, Special Thanks buat para kakak panitia baik itu BPH, seksi acara, seksi kesekretariatan dan buku (kestari), seksi perlengkapan, seksi tibum, seksi konsumsi, seksi Humas, Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi (HPDD), dan seksi Pertolongan Pertama. Terkhusus lagi buat kakak PK masing-masing yang ada sebagai pembimbing kelompok kami dan juga kepada Tibum, yang aku tau pasti bekerja keras dalam Magradika ini. Terima kasih juga kepada para Civitas Akademika STIS dan pihak-pihak lain yang ikut serta dalam suksesnya Magradika 55 ini.



Pada akhirnya, kami mahasiswa/i tingkat I STIS tahun 2013/2014 yang setelah Magradika berjumlah 479 orang, 4 tahun ke depan akan berkumpul lagi di auditorium, sama seperti saat Magradika, semua tanpa kurang seorangpun, diwisuda kemudian melanjut ke keluarga baru kami di BPS. Bekerja sebagai abdi negara, menyediakan data yang apa adanya dan tanpa rekayasa demi membangun negara Indonesia. ANGKATAN LIMA LIMA!!! SIAP!!! SEMANGAT!!! BUKAN ANGKATAN BIASA!!!

Komentar