Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Jadi begini

Sebelumnya gw peringatkan kalo lu lagi butuh informasi atau opini dan berharap nemuinnya di postingan gw kali ini, maka segeralah lari, seperti lu lari dari kenyataan kalo mantan lu udah punya pacar bahkan udah ngasi surat nikah, sementara lu skripsi aja masih revisi. . Nah, ntah kenapa gw akhir-akhir ini ngerasa terlalu serius bawaan moodnya. Padahal selama ini seringan orang ngebilangin "Lu kapan seriusnya sih, Thin?" Merekanya aja yang gak tau yekan. Yaaa, mungkin lu juga sering disangka serius padahal lagi becanda atau becanda padahal lagi serius. Kalo iya, toss dulu dah! . Faktor internal dan eksternal juga sih yang pengaruhin. Faktor makin nambah usia juga sih dan makin banyak yang diserap masuk ke pikiran dan hati. "Yaelah, sok punya hati lu!" "Yaa punya lah tong, walaupun udah agak rusak tapi at least masih berfungsi dan berulang-ulang disembuhkan." (Apatuh maksudnya tuh?) . Padahal nih yaa, dulu semasa masih usia belasan mudah yekan ...

Lihat Lebih Dekat

Gambar
Seharusnya kita bisa lihat lebih dekat semua peristiwa akhir-akhir ini yang terjadi melibatkan sangat banyak orang di negri ini. Bisa dikatakan hampir serempak setelah sekian lama muncul orang-orang yang sangat berdampak, baik berdampak baik dan buruk, yang berpahaman jernih dan kusam, berbuah manis dan asam, berdasarkan kebenaran yang nyata dan semu, energi positif dan negatif. . Seharusnya kita bisa lihat lebih jelas bagaimanakah sebenarnya manusia itu. Ada manusia yang berkeinginan kasih terhadap sesamanya, ada pula sebaliknya yang menyerang membombardir demi kepentingan golongannya. Ada banyak manusia yang berniat membangun sesamanya, namun tak kalah banyak juga yang berniat memakai sesamanya demi kepentingan pribadi. . Seharusnya kita bisa lihat kembali bagaimana awal dari negeri ini ada. Devide et impera akhirnya hancur oleh kesatuan dalam pluralisme. Dasar negara yang kemudian secara jelas menyatakan pluralisme itu. Hingga pada akhirnya deklarasi kemerdekaan membuka...

Nemo

Gambar
Well, siapa sangka bocah kecil dalam foto ini menjadi fenomena di beberapa tahun terakhir di Indonesia. Dia etnis Cina, beragama minoritas pula. Minoritasnya kuadrat. . Bocah kecil ini pula yang di usia dewasanya membuatku (dan banyak muda-mudi lainnya) mengandrungi politik. Padahal lebih enak kan ya ngomongin Matematika, Fisika, Kimia dan antek-anteknya apalagi Statistik (gak juga sih) . Bocah ini yang orang kenal sebagai nama "Ahok" kemudian menjadi pemimpin sebuah kota, provinsi yang jadi pusat pemerintahan Indonesia. Gila, dia minoritas kuadrat cuy! Sejak awal kemunculannya di DKI Jakarta udah banyak tanggapan, tentunya ada juga tanggapan dari golongan "itu". Banyak badai datang, tapi syukur kepada Tuhan dasar kuat daripadanya ada dalam Yesus Kristus. Filipi 1:21 pun nyata. Secara nyata juga dia menjadi kitab terbuka yang orang-orang baca melalui kehidupannya. . Pada akhirnya, dia "tumbang" oleh kasus Kep. Seribu yang sudah orang banyak tau ...