Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Sama-sama Bersama

Well, manusia sangat sulit untuk memprediksi bagaimana semesta bekerja, termasuk dalam hal pertemuan dengan seseorang dalam hidup kita. Terkadang manusia berusaha keras untuk pertemuan tersebut menjadi "sesuatu" tapi jika semesta berkata "tidak", manusia bisa apa? Kadang juga semesta bekerja tidak teratur meski sebenarnya ketidakteraturan itu teratur. Anyway, manusia tentunya akan sangat senang kalau ada sebuah pertemuan yang memiliki banyak kesamaan antara dirinya dan hal yang ia temui itu. Dalam teori psikologi, Miller and Perlman (2009) mengemukakan bahwa sangat menyenangkan ketika kita menemukan orang yang mirip dengan kita dan saling berbagi asal usul, minat, dan pengalaman yang sama. Semakin banyak persamaan, semakin mereka saling menyukai. Yaa, memang hal yang sama itu gak semuanya positif. Bisa jadi beberapa hal sama yang ditemui adalah hal negatif. Kembali lagi, semesta dalam ketidakteraturannya bekerja secara teratur, termasuk dalam kesamaan hal p...

Saya Kristen, Saya Indonesia, Saya Pancasila

S ecara etimologi, Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti dasar. Sehingga, secara umum Pancasila berarti “lima dasar”. T anggal 1 Juni kemudian diperingati menjadi hari lahirnya Pancasila, yaitu ketika Bung Karno menyampaikan lima gagasannya mengenai dasar Negara Indonesia merdeka. Kemudian, pada 18 Agustus 1945, sehari setelah Indonesia merdeka, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara dengan terdapat perubahan di dalamnya yaitu pada sila pertama. Mulanya sila pertama adalah ”Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” yang kemudian diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Hal itu, muncul setelah adanya usulan dari wakil-wakil dari Indonesia Timur. Pancasila kemudian semakin tegas dinyatakan sebagai dasar negara di dalam Pembukaan UUD 1945. P ancasila menjadi pemersatu di tengah-tengah keberagaman bangsa Indonesia, termasuk juga sesuai dengan ajaran-ajaran Kristiani. Jika dibagi menja...

Tidakkah kita sadar?

Tidakkah kita sadar agama itu pada dasarnya adalah untuk kebaikan, bukan untuk memecah belah? Tidakkah kita sadar pelangi tidak akan indah jika hanya satu warna saja? Tidakkah kita sadar bahwa pada dasarnya manusia itu diciptakan pada awalnya berbeda, Adam dan Hawa berbeda, setidaknya perbedaan di gender? Tidakkah kita sadar bahkan dalam satu rumah pun pasti akan ada perbedaan? Tidakkah kita sadar manusia adalah manusia dan Tuhan adalah Tuhan? Ketika manusia ingin mencoba menjadi Tuhan akan manusia yang lain, menganggap yang satu benar dan yang satu salah. Tidakkah kita sadar bahwa Indonesia itu beragam suku, budaya, agama dan keragaman lainnya? Tidakkah kita sadar apa yang kita lakukan itu tidak hanya berdampak ke diri kita sendiri, tidak hanya ke orang terdekat tapi juga bisa berdampak ke orang lain? Yang saya tau, banyak sekali orang-orang di luar sana yang menyerukan sebuah kata. Peace. Damai. Sementara, di sisi lain, banyak yang juga yang saling berusaha menghancu...