Tidakkah kita sadar?
Tidakkah kita sadar agama itu pada dasarnya adalah untuk kebaikan, bukan untuk memecah belah?
Tidakkah kita sadar pelangi tidak akan indah jika hanya satu warna saja?
Tidakkah kita sadar bahwa pada dasarnya manusia itu diciptakan pada awalnya berbeda, Adam dan Hawa berbeda, setidaknya perbedaan di gender?
Tidakkah kita sadar bahkan dalam satu rumah pun pasti akan ada perbedaan?
Tidakkah kita sadar manusia adalah manusia dan Tuhan adalah Tuhan? Ketika manusia ingin mencoba menjadi Tuhan akan manusia yang lain, menganggap yang satu benar dan yang satu salah.
Tidakkah kita sadar bahwa Indonesia itu beragam suku, budaya, agama dan keragaman lainnya?
Tidakkah kita sadar apa yang kita lakukan itu tidak hanya berdampak ke diri kita sendiri, tidak hanya ke orang terdekat tapi juga bisa berdampak ke orang lain?
Yang saya tau, banyak sekali orang-orang di luar sana yang menyerukan sebuah kata. Peace. Damai. Sementara, di sisi lain, banyak yang juga yang saling berusaha menghancurkan. Politisasi, keinginan untuk mencapai sesuatu sampai mendobrak batas-batas perdamaian. Sebegitu menyedihkan kah kita? Bukankah indah kalau kita memiliki "KASIH", "CINTA", "LOVE" dan semacamnya? Ragu? pasti. Berpengharapan? Pasti juga. Setidaknya dimulai dari kita masing-masing.
"Kolose 3:14 (TB) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Colossians 3:14 (ESV) And above all these put on love, which binds everything together in perfect harmony."
Salam Damai. May The Light of The Mighty One and The Only One shines upon you.
Komentar
Posting Komentar