Kangen

So, mulai dari mana kali ini? Udah lama ngga nulis, seperti sulit untuk memulai ini kembali. Tapi kalo ngeliat judulnya pasti rada gimana gitu. Kangen, satu kata yang maknanya juga satu menurut KBBI. "Ingin sekali bertemu", begitu maknanya. Memang ada saatnya ketika lo tiba tiba merasa kangen akan sesuatu, kangen akan suasana, kangen akan orang, atau kangen kangen dalam bentuk lainnya.

Hujan. Salah satu penyebab kangen itu datang kembali. Ya, memang hujan dimanapun dan kapanpun memang sama. Baik efek ke hidung melalui baunya yang khas, maupun udara dingin yang cenderung menyampaikan kenyamanan pada orang yang merasakannya. Bukan cuma itu, bunyi gemericik hujan juga selalu sama, menenangkan dan juga ngebikin kangen. Awan hitam sebelum hujan, angin kencang yang terkadang mengiringi dan membuat sudut kemiringan sang hujan sedikit berubah ubah, malah terkadang tetap menyentuh lembut kulit walau sudah berteduh saat dia datang, bahkan pelangi yang juga kadang muncul sering menambah suasana yang ada.

Mungkin yang sedikit berbeda adalah bergantung dengan tempat kita menikmati si hujan tersebut. Terkadang di jalan raya, terkadang di rumah, terkadang di dalam gedung, atau terkadang di saat berada dekapan hangat mungkin juga mendekap hangat. Namun, satu yang pasti, hujan selalu sama meski efeknya belum tentu sama bergantung dengan si penikmatnya. Hujan seakan memiliki efek terapi cenderung hipnotik, seakan membawa si penikmat ke suatu tempat bersama dengan seseorang di masa lalu, termasuk yang saat ini sedang terasa. Di rumah, bersama keluarga di masa lalu bersama dengan suasana di dalamnya. Yap begitulah terkadang, walau tak tampak tapi sebenarnya hal tersebut tampak, termasuk rasa kangen tersebut,  jauh dari si suasana dan orang-orang yang membentuk suasana tersebut.

Ah. Hujan memang selalu sama.

Ada lagi hal lain yang membuat kangen seolah berputar-putar di dalam sekumpulan daging dalam tengkorak dimana air sebagai 85% penyusunnya, yaitu bau/wangi/aroma. Paling sering adalah ketika seseorang yang mudah bosan (atau bisa dikatakan labil) termasuk dalam hal pemilihan wewangian untuk tubuh atau ruangan atau bahkan kispray. Adalah "ketika lo lagi di suatu tempat dan suatu masa merasakan sesuatu ke indra penciuman, kemudian yang masuk tersebut seakan menjadi mesin waktu membawa ke masa lampau" dan kita sama sama tau gabungan kata-kata dalam tanda petik tersebut biasa disebut "Kangen". Bahkan ketika lo lagi di jalan kemudian berpapasan dengan orang yang punya wewangian yang dulu punya memori di masa lalu.

Banyak lagi hal yang bisa mengingatkan lo akan sesuatu/seseorang/beberapa orang yang jauh baik secara jarak maupun waktu. Misal, makanan. "Ih, ini kan makanan rasanya mirip banget sama masakan mama gue." Kangen. Misal yang lain, ngeliat anak-anak lagi main bola di gang. "Dulu gue sering main ginian di rumah gue. Mereka temen main gue pas kecil udah gimana yak?". Kangen. Misal yang lain lagi, lagi sendiri terus gatau kenapa bergumam "Kangen rumah nih. Rumah dengan segala isinya dan orang orang di dalamnya, yang kadang bikin kesel tapi bikin kangen. Yang bisa aja tiduran doang di rumah gamau pergi kemana-mana".

Tapi kalo ya seperti kata pepatah, "Salah satu cara mengobati kangen adalah berdoa mereka yang kamu kangenin dan jadikan kekangenan itu menjadi penyemangat di tanah perantauan." Ya sebenernya, kata gue sih. Hihi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Magradikaku, Awal Dari Kampusku

Natal 2016