Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Apa sih?

Gue punya temen. Kali ini beneran temen, bukan kaya yg sebelum-sebelumnya temen-temenan yang hubungannya ga kaya temen tapi cuma dianggap temen *jleb*. Temen gue ini namanya Citra. Dia cewek, karna kalo cowok namanya Citro (HA HA! Kuraaaang!!!). Dia ini orangnya seneng bercanda. Bercanda sama temennya, mantannya, mantannya mantan gebetannya, kuda nil peliharaannya. Yaa pokoknya gitu deh. Cuma terkadang bercandaannya itu lebih renyah dari peyek kutil kuda. *Di suatu siang yang panas ditambah aroma ketek basah iron man yang lagi ngecabutin bulu kaki wonderwomen* Citra: Eh tau, ga sih gue barusan makan coklat platinumking Temennya Citra: Ya terus apaan? Citra: Ternyata rasa coklat itu manis loh Temennya Citra: Apa sih? Apaan? *dengan tatapan sinis dan tajam setajam kuku komodo* Citra: Ih kan ah. Kok lu gitu? Gue kan becanda Citra kemudian langsung pergi meninggalkan temennya itu. Mungkin dia mencari cari korban lain. Eh ternyata dugaan gue salah. Dia malah dateng ke gue yang lagi...

Tentang Memberi

Aku adalah tipe orang yg sangat menghindari memberi sesuatu kepada pengemis. Gatau ya hal yang terpikirkan di awal adalah aku ngga mau menjadikan para pengemis itu seorang peminta yang manja tanpa harus berusaha. Yaa walaupun sebenernya tergantung kondisi si pengemisnya itusih, apalagi kalau dia itu orang yang masih sehat dan malah keliatan masih punya kemampuan untuk bekerja, tapi malah lebih memilih meminta-minta. Yaa emang sih kalo kata orang kalo mau memberi yaa beri aja, masa iya mikir mikir. Cuma ya itu, konsep kerja keras harus tetap dipegang dan diterapkan. Mungkin juga orang berpikir "Apalah arti uang kecil yang dikasih itu." Tapi balik lagi, memberi ke orang seperti kondisi yang ku bilang itu menurutku kuranglah tepat. Memberi itu baik, namun alangkah lebih baik lagi jika memberi ke orang yang tepat dengan tetap menjaga pola pemikiran dan perilaku masyarakat supaya tidak "manja" dengan pemberian tanpa usaha. Lagian, banyak kok cara kita memberi menolong...

Teri Medan, Sebuah Ikatan dan Sebuah Harapan

Ikan teri ini adalah sesuatu yg berharga buatku karna ini adalah buatan mamaku. Ya, sebenarnya biasa saja. Tapi akan menjadi tak biasa ketika ikan teri ini juga merupakan pengingat sekaligus "rasa dari rumah" yang ga langsung hilang. Begitulah, ketika kau nyaman pada suatu kondisi, kau tak akan rela untuk meninggalkannya. Namun, hidup ini adalah soal perpindahan bukan? Setiap hari, setiap jam, bahkan mungkin setiap saat kita berpindah, baik dalam bentuk tubuh kita keseluruhan ataupun sel-sel yang membentuknya. Balik lagi soal ikan teri. Mungkin sebagian orang berpikir "Apasih istimewanya ikan teri itu? Toh juga banyak kan yg ngejualnya gitu di warung-warung makan ataupun restoran-restoran tradisional ternama yg bahkan lebih enak." Ini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal ikatan. "Lah kenapa bisa sampai ikatan?" Terkadang, aku berpikir, kita gak bisa mendefinisikan ikatan seseorang dgn yg lainnya secara utuh, kecuali orang itu sendiri (dan Tuhan) yang ...