Apa sih?
Gue punya temen. Kali ini beneran temen, bukan kaya yg sebelum-sebelumnya temen-temenan yang hubungannya ga kaya temen tapi cuma dianggap temen *jleb*. Temen gue ini namanya Citra. Dia cewek, karna kalo cowok namanya Citro (HA HA! Kuraaaang!!!). Dia ini orangnya seneng bercanda. Bercanda sama temennya, mantannya, mantannya mantan gebetannya, kuda nil peliharaannya. Yaa pokoknya gitu deh. Cuma terkadang bercandaannya itu lebih renyah dari peyek kutil kuda.
*Di suatu siang yang panas ditambah aroma ketek basah iron man yang lagi ngecabutin bulu kaki wonderwomen*
Citra: Eh tau, ga sih gue barusan makan coklat platinumking
Temennya Citra: Ya terus apaan?
Citra: Ternyata rasa coklat itu manis loh
Temennya Citra: Apa sih? Apaan? *dengan tatapan sinis dan tajam setajam kuku komodo*
Citra: Ih kan ah. Kok lu gitu? Gue kan becanda
Citra kemudian langsung pergi meninggalkan temennya itu. Mungkin dia mencari cari korban lain. Eh ternyata dugaan gue salah. Dia malah dateng ke gue yang lagi duduk sambil ngopi file file 3gp adik kelas gue. Mukanya sedikit kesal.
Citra: Gue sebel ah sama tuh orang. Kenapa dia harus ngejawab "Apasih". Kesel tau gak *sambil ngegarukin alisnya yang baru disulam bentuk lope lope*
Gue: Iyasih gue juga kesel kalo ada orang yg ngejawab gitu. Yaudah biar lo ga kesel lagi, sini harddisk eksternal lo. Gue kopiin ni barang baru
Citra: Widih boleh boleh!
Mungkin kalian juga pernah ngalamin kejadian kaya yang dialami Citra. Ketika lagi mood mood nya ngejokes, eh malah dibilangin "Apasih". Yang lebih sebelnya, kata "Apasih" itu terngiang-ngiang di kepala.
"Apasih?" - kata seseorang kampret yang ada di otak.
"Apasih?" - orang kampret lain yang ngomong
"Apasih?" - temennya temen si kampret yang di kepala gue tadi.
Menurut gue ya, emang sih kadang ketika kita berusaha untuk ngejokes ataupun ngga ngejokes tapi ngasi tau yaaa walaupun sebenernya emang ga penting juga sih, orang bakal ngebilang gitu. Tau gak sih gimana rasanya dibilangin gitu? Seakan akan dia ga sudi lo disitu, terus dia berharap lo ngga ada, dia cuma pengen lo pergi, dia cuma pengen menikmati kesendiriannya, sendiri di sana, di pojokan, merenung, meratapi nasib dan cuma bisa merenung. Kasihan. TISU MANA TISU??? (Lah jadi alay gini)
Tapi seriusan deh, beberapa orang kurang menyukai ketika dia ngomong terus orang lain ngebalas dengan "Apa sih?". Bukan cuma ngomong, malah terkadang yang menyebalkan juga, ketika lo lagi ngomong sama temen lo terus ada orang lain yang mendengar omongan lo dan menatap lo sinis, kemudian dengan segala jurus telepatinya yang ngalahin Romie Raphael, dan otak lo menerima sinyal telepati itu yang isinya "APASIH????". Kan kampret!
But, come on, setidaknya hargailah mereka, si korban "apasih", dengan tidak menyampaikan "apasih" tersebut baik dalam bentuk omongan, kata-kata, verbal, nonverbal, tatapan, raut wajah, dan bla bla bla. Yaaa kalo emang ga suka ataupun kurang mengerti, mungkin lebih baik kalo lo ngebilang "Maksud kalimatmu apa?". It sounds better daripada ngebilang "Apasih??" apalagi ditambah raut muka juga. Ah, sudah cukup! Kakanda sudah tidak kuat lagi. Hentikan!
Atau mungkin akan lebih baik diam, tersenyum sedikit (yaa walaupun mungkin agak maksa). Setidaknya itu akan memberi kelegaan sedikit kepada orang tersebut dan dia merasa respek walaupun sekedar itu. Yaaa kalo lo punya bakat di-"apasih"-kan, lo bakal ngebalas omongan korban "apasih" tersebut kemudian kalian saling meng-"apasih"-kan, lalu kalian makin larut dalam omongan, kemudian kalian beranjak dari tempat itu menuju matahari terbenam di ufuk barat pantai sambil berpegangan tangan dan menunjuk ke arah langit, lalu kalian dengan kompak mengatakan "APASIH???"
NB: File 3gp itu adalah file Citra, gue, dan teman sekelas gue waktu smp lagi nampilin musikalisasi puisi dimana HP yang bisa ngevideo adalah sesuatu yang jarang, sejarang mulut gue berkata "I love u", padahal hatiku sering mengatakan hal tersebut dan tercermin dalam perbuatan.
"APASIH MARTHIN?" -_-
*Di suatu siang yang panas ditambah aroma ketek basah iron man yang lagi ngecabutin bulu kaki wonderwomen*
Citra: Eh tau, ga sih gue barusan makan coklat platinumking
Temennya Citra: Ya terus apaan?
Citra: Ternyata rasa coklat itu manis loh
Temennya Citra: Apa sih? Apaan? *dengan tatapan sinis dan tajam setajam kuku komodo*
Citra: Ih kan ah. Kok lu gitu? Gue kan becanda
Citra kemudian langsung pergi meninggalkan temennya itu. Mungkin dia mencari cari korban lain. Eh ternyata dugaan gue salah. Dia malah dateng ke gue yang lagi duduk sambil ngopi file file 3gp adik kelas gue. Mukanya sedikit kesal.
Citra: Gue sebel ah sama tuh orang. Kenapa dia harus ngejawab "Apasih". Kesel tau gak *sambil ngegarukin alisnya yang baru disulam bentuk lope lope*
Gue: Iyasih gue juga kesel kalo ada orang yg ngejawab gitu. Yaudah biar lo ga kesel lagi, sini harddisk eksternal lo. Gue kopiin ni barang baru
Citra: Widih boleh boleh!
Mungkin kalian juga pernah ngalamin kejadian kaya yang dialami Citra. Ketika lagi mood mood nya ngejokes, eh malah dibilangin "Apasih". Yang lebih sebelnya, kata "Apasih" itu terngiang-ngiang di kepala.
"Apasih?" - kata seseorang kampret yang ada di otak.
"Apasih?" - orang kampret lain yang ngomong
"Apasih?" - temennya temen si kampret yang di kepala gue tadi.
Menurut gue ya, emang sih kadang ketika kita berusaha untuk ngejokes ataupun ngga ngejokes tapi ngasi tau yaaa walaupun sebenernya emang ga penting juga sih, orang bakal ngebilang gitu. Tau gak sih gimana rasanya dibilangin gitu? Seakan akan dia ga sudi lo disitu, terus dia berharap lo ngga ada, dia cuma pengen lo pergi, dia cuma pengen menikmati kesendiriannya, sendiri di sana, di pojokan, merenung, meratapi nasib dan cuma bisa merenung. Kasihan. TISU MANA TISU??? (Lah jadi alay gini)
Tapi seriusan deh, beberapa orang kurang menyukai ketika dia ngomong terus orang lain ngebalas dengan "Apa sih?". Bukan cuma ngomong, malah terkadang yang menyebalkan juga, ketika lo lagi ngomong sama temen lo terus ada orang lain yang mendengar omongan lo dan menatap lo sinis, kemudian dengan segala jurus telepatinya yang ngalahin Romie Raphael, dan otak lo menerima sinyal telepati itu yang isinya "APASIH????". Kan kampret!
But, come on, setidaknya hargailah mereka, si korban "apasih", dengan tidak menyampaikan "apasih" tersebut baik dalam bentuk omongan, kata-kata, verbal, nonverbal, tatapan, raut wajah, dan bla bla bla. Yaaa kalo emang ga suka ataupun kurang mengerti, mungkin lebih baik kalo lo ngebilang "Maksud kalimatmu apa?". It sounds better daripada ngebilang "Apasih??" apalagi ditambah raut muka juga. Ah, sudah cukup! Kakanda sudah tidak kuat lagi. Hentikan!
Atau mungkin akan lebih baik diam, tersenyum sedikit (yaa walaupun mungkin agak maksa). Setidaknya itu akan memberi kelegaan sedikit kepada orang tersebut dan dia merasa respek walaupun sekedar itu. Yaaa kalo lo punya bakat di-"apasih"-kan, lo bakal ngebalas omongan korban "apasih" tersebut kemudian kalian saling meng-"apasih"-kan, lalu kalian makin larut dalam omongan, kemudian kalian beranjak dari tempat itu menuju matahari terbenam di ufuk barat pantai sambil berpegangan tangan dan menunjuk ke arah langit, lalu kalian dengan kompak mengatakan "APASIH???"
NB: File 3gp itu adalah file Citra, gue, dan teman sekelas gue waktu smp lagi nampilin musikalisasi puisi dimana HP yang bisa ngevideo adalah sesuatu yang jarang, sejarang mulut gue berkata "I love u", padahal hatiku sering mengatakan hal tersebut dan tercermin dalam perbuatan.
"APASIH MARTHIN?" -_-
Komentar
Posting Komentar