Sama-sama Bersama

Well, manusia sangat sulit untuk memprediksi bagaimana semesta bekerja, termasuk dalam hal pertemuan dengan seseorang dalam hidup kita. Terkadang manusia berusaha keras untuk pertemuan tersebut menjadi "sesuatu" tapi jika semesta berkata "tidak", manusia bisa apa? Kadang juga semesta bekerja tidak teratur meski sebenarnya ketidakteraturan itu teratur.

Anyway, manusia tentunya akan sangat senang kalau ada sebuah pertemuan yang memiliki banyak kesamaan antara dirinya dan hal yang ia temui itu. Dalam teori psikologi, Miller and Perlman (2009) mengemukakan bahwa sangat menyenangkan ketika kita menemukan orang yang mirip dengan kita dan saling berbagi asal usul, minat, dan pengalaman yang sama. Semakin banyak persamaan, semakin mereka saling menyukai.

Yaa, memang hal yang sama itu gak semuanya positif. Bisa jadi beberapa hal sama yang ditemui adalah hal negatif. Kembali lagi, semesta dalam ketidakteraturannya bekerja secara teratur, termasuk dalam kesamaan hal positif dan negatif itu.

Di sisi lain, perbedaan juga diperlukan. Jika umumnya orang-orang menjunjung persamaan dalam perbedaan, aku sendiri berpendapat perlu juga berbeda dalam kesamaan, apalagi jika hal yang sama tersebut sifatnya negatif. Misal, harus ada yang menyesuaikan diri ketika ditemukan kekurangan dalam hal yang sama, baik itu yang berperan sebagai "aku" atau "kamu".

Kembali lagi, menyenangkan ketika bisa menemukan banyak hal yang sama. Apalagi, ketika semesta begitu kuat bekerja untuk pertemuan yang menghasilkan banyak kesamaan tersebut. Pertemuan itu bukan cuma antara "aku" dan "kamu", tapi juga ada "Dia" yang merupakan pemilik otoritas penuh akan semesta. Hingga pada akhirnya, kesamaan tersebut mencapai final yaitu "aku" dan "kamu" sama-sama bersama hingga "Dia", Sang Pemilik semesta, memanggil kelak. Semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Magradikaku, Awal Dari Kampusku

Kangen

Natal 2016