Bahagia yang Sederhana
Terakhir kali gua ngepost di blog ini isinya kegalauan soal bisa pulang apa ngga. Dan puji Tuhan, ternyata gua bisa pulang. Bermodalkan tiket mahal, 2 hari cuti dan sisanya TK, gua pun memutuskan pulang ke rumah di Medan hahaha, tepatnya tanggal 22 Desember kemaren. Tapi apalah artinya semua itu, ye gak? Nyampe di Medan dengan keadaan masih pake baju kantor (karena memang udah bawa koper ke kantor biar langsung berangkat ke bandara). Kenapa harus tanggal 22? Karna di situ ada ibadah natal kaum ibu di gereja gua, which is mamak ikut juga.
Selama pulang pun gua bener bener mengimplementasikan tujuan pulang gua, yaitu RUMAH. Merasakan lagi semua suasana rumah, mulai dari yang senang-senang, sampe direpetin sama mamak ataupun begadoh sama adek adek hahaha. Bukannya gua ga mau keluar rumah atau gimana, tapi tujuan gua pulang ya adalah karena RUMAH. Kalopun keluar, barengannya sama orang RUMAH.
Pemikiran gua sederhana aja dan bahagianya gua sederhana aja. Menikmati momen natal, gereja bareng, berantam berantam, foto foto (ya kali ini kesampaian juga keinginan gua foto studio hahaha), ngomong ngomong langsung tanpa via udara, bikin kue tahun baru, dan yaa mandok hata di malam tahun baru (which is di tahun 2017, gua cuma sekitar 10 hari di rumah). Bersyukur buat Tuhan buat segala hal yang telah Dia sediakan, khususnya momen aku bisa pulang.
Besok, tanggal 2, gua mesti balik ke perantauan dan segera bertemu dengan 'calon rumah' gua yang lain hahaha. Gua kembali dengan bahagia. Bahagia yang sederhana. Bahagia karena pulang ke RUMAH.
Anyway, selamat tahun baru 2018 untuk yang membaca (mudah-mudahan ngebacanya masih di momen tahun baruan hahaha). Menghitung begitu banyak berkat Tuhan dalam 2017 di tengah suka duka tentunya membuat kita tetap berpengharapan dalam iman terhadap kasih Tuhan. May His peace be with you!



Komentar
Posting Komentar