Cerita di Balik Hujan

Siang itu gue, sepulang ngampus, yang cuma sesi 1 di hari Senin. Iya, hari Senin, sesi 1, artinya gue harus bangun pagi, di hari Senin. Iya, Senin, Monday, Monster Day. Huh. Oke maafkan atas curcol colongan barusan. Saat itu hujan dan kebetulan gue lagi flu. Ya lo tau lah kondisinya flu. Gue mesti nyeruput sesuatu yang keluar dari hidung gue. Bukan, bukan anus. Eh maaf typo. Bukan ingus, tapi ini cairan cair yang strukturnya sebenernya ga sekental ingus. Gue sendiri gatau cairan ngeselin ini apa namanya tapi yang pasti cairan naik turun di dalam lobang hidung gue. Iya, beneran naik turun. Yaaa 11 12 lah sama hubungan dengan gebetan. Kadang naik deket deketnya, kadang turun menjauh. Oke maafkan lagi atas curbongrokcol (curhat bohong dan jorok colongan) ini. HA!

Oke balik ke topik pembicaraan. Eh tunggu, kita emang lagi berbicara. Lah kan berbicara itu mulut ke mulut (ambigu sih ini wkwkwk). Sementara gue gatau ekspresi lo gimana, tapi yang pasti gue mungkin tau isi hati lo asalkan kita jalin hubungan ini. Yok, mbak, mulai dari nol ya. Aku dan kamu. Kita.

"Thin, stop kampret! Nulis gini aja isinya bisa lari dari judul, apalagi dia yang bisa aja lari dari kehidupan lo padahal sebelumnya udah deket. HAHAHAHA." - ujar Marthina, cewek kampret yang sering muncul tiba tiba di otak gue.

Nah 3 paragraf di atas adalah salah satu cerita efek hujan ke otak dan pikiran. Menurut survei yang ga survei survei amat, sebagian besar orang akan berimajinasi dengan pikirannya ketika melihat atau berada di luar ruangan saat hujan turun. Itu cuma satu cerita di balik hujan. Gue sendiri mengalami beberapa case kejadian saat hujan.

Case 1. Saat hujan lo lagi sama pacar
Yaa bisa dibilang ini sedikit ada romansa di dalamnya. Itu kata orang. Kalo kata gue, iya jugak sih. Jadi, waktu itu gue ngeboncengin naik motor pacar gue yang terdahulu (iya, dahulu). Tapi kemudian hujan turun. Terpaksa kami berteduh. Sambil menunggu, kami berdua bengong bareng bareng. Kemudian, ga tau kekuatan apa yang dikeluarkan tu cewek, gue kayak ketarik untuk megang tangannya dia (kondisinya saat itu cuma kami berdua yang berteduh di tempat itu dan emang agak sepi). Kami bertatap tatapan. Gak nyangka si cewe ngedeketin mukanya ke muka gue. Terus terus terus dan terus makin mendekat. Bulu hidungnya jelalatan. Matanya memejam.
"Mas, misi tanya alamat ini dimana ya?" - tiba tiba muncul mas mas dari belakang kami.
"Oh disitu mas. Bla bla bla." - terpaksa gue ngejawab
Dalam hati gue "Kampret ni orang. Gue jadiin uleg jadi sambal seribuan juga ni."
Dan kemudian, hujan seketika berhenti. Terpaksa kami mesti pergi dari tempat itu. Pahit dah, pahit.

Case 2. Saat hujan lo lagi sama gebetan
Kondisinya sama kaya di atas. Kami berteduh karena hujan. Kemudian kami tetep ngomong ngomong, makin deket nanya nanya. Dia sesekali nyeritain soal mantan dia. Eh ga sesekali sih, sebagian besar pembicaraan sih. Dia pernah bilang kalo dia sama mantannya dulu sewaktu berteduh karna hujan, si mantannya berusaha ngehibur dia. Gue juga ga mau ngalah. Gue ngebreakdance untuk ngebuktiin gue lebih hebat ngehibur dia. Gue bikin tarian anjing laut. Kemudian dia ngelempar chips Chitato yang belum habis dari tas dia dan gue girang. Tapi selanjutnya, akhirnya gue tau salah satu kebiasaan gebetan gue itu. Ternyata dia kalo boker ngeden. Waw

Case 3. Saat hujan lo lagi sama mantan
Oke case yang ini agak aneh. Tapi emang ada kalanya kita kangen sama mantan. Dan saat itu gue ngajak ketemu mantan gue dan dia mau. Sebenarnya agak curiga sih kenapa dia mau. Tapi asudahlah. Kondisinya sama juga kaya 2 case di atas, kami kejebak hujan. Kemudian kami berbicara tentang masa lalu mengingat kejadian-kejadian memorable dulu. Iya, dulu. Saat gue hampir jatuh dari flyover sewaktu dulu kami pacaran di atas motor di flyover, yang dimana dulu itu keren karna akan tiba saatnya satpol PP dateng ngerazia dan adegan kejar kejaran kaya Tom and Jerry. Banyak cerita pokoknya.
"Balikan yuk!" - ucapnya
"Anjirrr ini maksudnya apa?" - gumam gue dalam hati
"Gimana mau gak?" - tanyanya lagi
"Hmmm iyadeh. Yuk." - gue jawab
"Yeeeee."
"Eh kampret dia seneng. Jodoh emang ga kemana." - kata gue dalam hati
"Yaudah ayok."
"Lah? Ayok kemana? Kan udah gue bilang iya kita balikan."
"Loh kok balikan? Gue tadi kan bilang Balik Yuk"
Seketika ucapan itu ngiris ngiris hati gue. Beda tipis rasanya kaya luka bekas gigitan mantan gue yang satu lagi kemudian dikasih asam klorida.
"Eh iya ya? Hehe. Eh tapikan itu masih hujan?"
"Ah udah gapapa. Gue udah ditunggu suami gue di rumah."
EEEEH KAMPREEEET!!!!
Kemudian terpaksa gue ngeboncengin dia lagi walaupun hujan masih lumayan deras. Selama di perjalanan, dia memeluk gue. Iya men! Meluk.
"Ntah apa maksudmu Esmeralda memperlakukan aku seperti ini. KENAPA???"

Yaaah begitulah beberapa cerita di balik hujan dari gue. Itu aja dulu. Karna gue udah di ajak gebetan gue yang baru mandi hujan diluar. Selagi hujannya masih deras. Udah ah. Bye!

P.S. Ngomong ngomong soal mantan, gue ada sedikit oleh oleh dari kosan gue. Noh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Magradikaku, Awal Dari Kampusku

Kangen

Natal 2016