Lopyu Pak X
Ceritanya gini. Semua dimulai sejak negara api menyerang. Semalam sebelum hari ini, tepatnya pagi ini, aku lagi gak dalam mood yang bagus. Teringat kalo besoknya, tepatnya pagi ini, ada sesi full, sesi 1 yang satu-satunya di minggu ini dan latihan soal mata kuliah yang begitu kucintai dan kubangga-banggakan, yang minggu lalu diteringatin sama Pak X bakal dikumpul. Yaudah jadilah gitu, iya gitu, mood tak enak, mukapun tak terlalu ganteng padahal kalo mood lagi bagus tetap aja ngga ganteng, melainkan tampan. Terus nyampe kosan, niatnya mau langsung ngerjain tugas yekan. Eceknya main laptop sekelak. Rupanya yekan ngantuk yekan. Terus jadilah gitu, tidur dulu berharap di jam 12 nya bangun lagi. Masang alarm dan ternyata usaha yang kali ini berhasil. Yodah jadilah gitu aku ngerjain tugas ditemani sama seseorang sebut saja namanya Cat Women. Itu sampe jam 3 sampe pada akhirnya ganteng yang tak bisa dihindari lagi, mata pun tak tahan lagi. Jadilah seperti itu, aku tidur meninggalkan tugas-tugas yang belum selesai yang telah membuatku lemas tak berdaya, jatuh dan tak bisa bangkit lagi. Pada akhirnya terucaplah ucapan "Selamat Malam, Pagi".
Ceritanya masang alarm yekan. Alarm pertama jam 05.49. Alarm kedua jam 06.18. Alarm ketiga jam 06.19. Dan alarm keeempat jam 06.50. Dengan snooze masing-masing sampai 30 menit yang artinya mereka akan terus berkicau merdu di seisi kamar yang penuh dengan penghuninya. Ya, penghuninya cuman aku sih. Di paginya, alarm pertama berhasil membangunkan, tapi yang ada hanya raga bangun, mematikan alarm dan kemudian terlelap lagi. Begitu sampai alarm keempat. Dan sampai pada akhirnya, raga betul-betul bangkit dari alam bawah sadarnya di jam 07.25 sementara itu ada sesi kuliah 07.30. Yap jadilah seperti itu. Bla bla bla bla bla ngeng ngeng ngeng brum brum. Kaki bergerak lincah selincah pergerakan sperma menuju ovum yang ditujunya.
Dan kemudian terjadilah alasan dari aku nulis tulisan yang sangat gak penting kayak gini. Pak X, dosen dari matkul yang kucintai dan kubangga-banggakan tadi, tak menunjukkan batang hidungnya di kelas. tentu saja itu semua terjadi karena jadwalnya yang hilang dari peredaran, ya mungkin hilangnya berdekatan dengan momen generative function, eh momen ketika ragaku betul-betul bangkit dari alam bawah sadarnya. hingga akhirnya aku yang pengen balik ke kosan lagi demi menuntaskan sesuatu yang harusnya kutuntaskan tiap pagi. Tapi, naluri pemangsaku seakan mensugesti dan memaksa untuk menulis tulisan yang gak penting ini.
Hingga pada akhirnya, terekstraklah suatu kesimpulan yang sebetulnya gak penting juga buat yang baca. Rela-relain bangun di tengah malam ngerjain tugas sampe jam 3, paginya bangun telat, bergerak ke kampus secepat pdkt sama gebetan, belum makan, belum ma**i, dan belum ngucapin serta nerima ucapan selamat pagi dari pacar, ternyata harus menerima kenyataan yang betul-betul nyata dan tidak semu seperti ini. Dan pada akhirnya, ketika cerita semua hal itu sama temen malah ngedapat pertanyaan retorik. "Emang punya pacar Tin?" Ya, betul, pertanyaan itu. Akhir dari akhirnya ini, muncullah statement "Lopyu Pak X!".
Ceritanya masang alarm yekan. Alarm pertama jam 05.49. Alarm kedua jam 06.18. Alarm ketiga jam 06.19. Dan alarm keeempat jam 06.50. Dengan snooze masing-masing sampai 30 menit yang artinya mereka akan terus berkicau merdu di seisi kamar yang penuh dengan penghuninya. Ya, penghuninya cuman aku sih. Di paginya, alarm pertama berhasil membangunkan, tapi yang ada hanya raga bangun, mematikan alarm dan kemudian terlelap lagi. Begitu sampai alarm keempat. Dan sampai pada akhirnya, raga betul-betul bangkit dari alam bawah sadarnya di jam 07.25 sementara itu ada sesi kuliah 07.30. Yap jadilah seperti itu. Bla bla bla bla bla ngeng ngeng ngeng brum brum. Kaki bergerak lincah selincah pergerakan sperma menuju ovum yang ditujunya.
Dan kemudian terjadilah alasan dari aku nulis tulisan yang sangat gak penting kayak gini. Pak X, dosen dari matkul yang kucintai dan kubangga-banggakan tadi, tak menunjukkan batang hidungnya di kelas. tentu saja itu semua terjadi karena jadwalnya yang hilang dari peredaran, ya mungkin hilangnya berdekatan dengan momen generative function, eh momen ketika ragaku betul-betul bangkit dari alam bawah sadarnya. hingga akhirnya aku yang pengen balik ke kosan lagi demi menuntaskan sesuatu yang harusnya kutuntaskan tiap pagi. Tapi, naluri pemangsaku seakan mensugesti dan memaksa untuk menulis tulisan yang gak penting ini.
Hingga pada akhirnya, terekstraklah suatu kesimpulan yang sebetulnya gak penting juga buat yang baca. Rela-relain bangun di tengah malam ngerjain tugas sampe jam 3, paginya bangun telat, bergerak ke kampus secepat pdkt sama gebetan, belum makan, belum ma**i, dan belum ngucapin serta nerima ucapan selamat pagi dari pacar, ternyata harus menerima kenyataan yang betul-betul nyata dan tidak semu seperti ini. Dan pada akhirnya, ketika cerita semua hal itu sama temen malah ngedapat pertanyaan retorik. "Emang punya pacar Tin?" Ya, betul, pertanyaan itu. Akhir dari akhirnya ini, muncullah statement "Lopyu Pak X!".
Komentar
Posting Komentar